PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, melalui Program Kedaireka dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tahun 2024, melaksanakan program pendampingan bagi industri rumah tangga dan usaha mikro di Ponorogo.
Salah satu mitra binaannya adalah Krecek Krupuk Bu Nor, sebuah usaha mikro di Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, yang memproduksi kerupuk bawang secara manual.
Krecek Krupuk Bu Nor, yang dikelola Nurjanah bersama dua pekerja, telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal melalui jalur self-declare.
Namun, usaha ini masih menghadapi berbagai kendala dalam operasional dan pengembangan.
Melihat hal ini, tim UNIDA Gontor yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Syamsuri bersama 12 dosen tetap dan lima mahasiswa, memberikan pendampingan intensif selama November hingga Desember 2024.
“Berbagai pelatihan dan bantuan diberikan untuk meningkatkan kuantitas serta efisiensi usaha,” ujar Assoc. Prof. Dr. Syamsuri.
Pendampingan ini meliputi pelatihan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memastikan proses produksi berjalan konsisten dan sesuai standar.
“SOP ini penting agar seluruh proses produksi berjalan efisien dan seragam, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Selain itu, dilakukan pelatihan manajemen operasional dan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan profesionalisme usaha.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperbaiki alur kerja produksi serta meningkatkan keterampilan pengelolaan usaha. Hal penting lainnya adalah pelatihan pemilihan bahan baku halal, yang bertujuan menjaga standar halal value chain produk.
“Ini memastikan produk Krecek Krupuk Bu Nor semakin terjamin kehalalannya, sehingga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah Syamsuri.
Tidak hanya pelatihan, tim UNIDA Gontor juga memberikan dukungan berupa peralatan dan bahan usaha guna menunjang produksi.
Program ini bertujuan memberdayakan UMKM lokal melalui sinergi antara dunia akademisi dan pelaku usaha.
“Melalui sinergi ini, kami berharap dapat mendukung pelestarian industri lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Syamsuri.
Nurjanah, pemilik Krecek Krupuk Bu Nor, mengaku sangat terbantu dengan program pendampingan ini.
“Kami merasa seperti kuliah gratis selama mengikuti pelatihan. Banyak ilmu yang kami dapatkan, mulai dari SOP hingga manajemen usaha. Semua sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Nurjanah juga berharap bantuan ini bisa membawa dampak besar bagi pengembangan usahanya di masa mendatang.
“Terima kasih kepada UNIDA Gontor yang sudah memberikan banyak bantuan, baik ilmu maupun peralatan. Semoga usaha kami bisa terus berkembang,” tambahnya.
Program Kedaireka ini menjadi langkah nyata UNIDA Gontor dalam memberdayakan UMKM, khususnya di Ponorogo. Melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan, program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi usaha mikro tetapi juga turut memperkuat perekonomian lokal. (fac/naz/*)
Sumber :
Program Kedaireka 2024: UNIDA Gontor Dampingi Krecek Krupuk Bu Nor di Ponorogo – Radar Madiun